Eco driving merupakan perkembangan teknologi kendaraan dengan sistem ramah lingkungan.Manfaat nya sangat besar kepada ekosistem lingkungan dan juga pengemudi. Sayangya banyak sekali yang masih belum paham apa itu sistem eco driving dan bagaimana cara menerapkan nya?
Apa itu Eco Driving?
Jumlah kendaraan bermotor sangat berpengaruh dengan ekositem lingkungan hidup. Mengingat jumlah nya yang sangat meningkat hingga 84,6 juta pertahun. Terkhusus yang berkendara menggunakan mobil matic, ada beberapa hal yang harus di perhatikan untuk menekan konsumsi bahan bakar selama perjalanan.
Eco driving mobil matic hadir sebagai pola berkendara yang lebih sadar. Bukan soal teknik rumit, Melainkan cara membawa mobil dengan halus dan konsisten. Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan pengendara kota yang sering menghadapi kondisi jalan tidak menentu.
Hal yang perlu Dilakukan
1. Kecepatan stabil.
Gaya mengemudi eco driving tentu tak seenak menginjak pedal gas terlalu dalam. karena jalan tol yang lurus dan mulus membuat seakan pengemudi terlena. perlu di pahami bahwa menjalankan dengan kecepatan tinggi hanya akan membuang bahan bakar. selalu usahakan untuk menginjak pedal gas secara perlahan.
2. Mengurangi penggunaan AC jika tidak di gunakan.
AC Mobil memang wajar selalu di gunakan saat berkendara terlebih negara Indonesia termasuk negara tropis. Pertimbangkan kembali untuk menggunakan AC setidanya suhu ruangan kendaraan di perkecil atau temperature normal.
3. Hindari pengereman mendadak
Agar lebih hemat energi kurangi dan bahkan kalua bisa di hindari untuk pengereman mendadak, Berlaku untuk mobil matic / manual. Selain menjaga kampas rem pada kendaraan juga menjaga kewaspaadaan agar tidak terjadi kecelakaan.
4. Stop Idling.
banyak pengemudi yang sering menghidupkan kendaraannya saat kondisi terparkir. tentu tujuan nya agar kabin tetap dingin sehingga penumpang didalamnya tetap merasa nyaman. Saat AC dinyalakan, kompresor tetap hidup walaupun mobil dalam keadaan berhenti. Kondisi seperti dapat mengeluarkan konsumsi BBM yang berlebihan terhadap lingkungan sekitar.
5. Hindari muatan berlebih.
Sistem kinerja mesin berbanding lurus dengan muatan mobil dan penumpang yang ada dalam kendaraan. Jika beban terlalu banyak maka kinerja mesin akan semakin banyak mengeluarkan BBM agar bisa mnegeluarkan tenagan mesin yang lebih besar juga.
7. Cek Kondisi Ban Kendaraan
Ban kendaraan yang tidak sesuai dengan mesin kendaraan juga sangat berpengaruh terhadap kinerja mesin. Apalagi jika ban kempes membuat mesin bekerja lebih keras lagi agar mengeluarkan tenaga yang besar juga. Tekanan angin normal pada kendaraan mobil adalah 30-32 Psi
8. Jangan Memanaskan Kendaraan Terlalu Lama
Memanaskan kendaraan pada umumnya supaya bisa menjaga keawetan mesin. Tapi jika terlalu memanaskan mobil kendaraan dapat meningkatkan kadar emisi gas buang. Memanaskan mobil biasanya paling lama 5 menit. Selain itu memanaskan mobil terlalu lama juga dapat menyebabkan busi cepat kotor.
Penggunaan eco driving di harapkan dapat di lakukan oleh semua pengemudi. Eco driving sangat berguna jika kita selalu terapkan seharti-hari, Karena pengaruhnya sangat besar terhadap ekosistem lingkungan sekitar. Kombinasi dari keahlian mengemudi ini menghasilkan teknik mengemudi yang ramah lingkungan, aman, dan efisien dalam segi waktu dan uang.